Jakarta, 20 Agustus 2026 — Perhelatan Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, kedatangan tamu istimewa. Sir David Robert Baden-Powell, 5th Baron Baden-Powell sebagai cicit dari Bapak Pandu Dunia, Lord Robert Baden-Powell, menyempatkan diri untuk hadir langsung meninjau dari dekat kontribusi nyata generasi muda Indonesia dalam pelestarian alam melalui booth Saka Kalpataru milik Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Dalam kunjungan tersebut, Sir David Baden-Powell didampingi oleh Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta, Budi Sulistyono. Kehadiran tokoh penting dunia kepanduan ini sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor antara gerakan kepanduan internasional dengan KLH/BPLH dalam menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.
Saat meninjau booth Saka Kalpataru, Sir David tampak antusias mengamati berbagai produk kreatif dan media pembelajaran lingkungan yang dipamerkan. Perhatian khususnya tertuju pada implementasi tiga Krida utama Saka Kalpataru, yakni Krida 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Krida Perubahan Iklim, dan Krida Keanekaragaman Hayati (Kehati).
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Lulu Agustina, menjelaskan bahwa ketiga krida tersebut dirancang bukan sekadar sebagai materi teori di dalam kelas, melainkan sebagai wadah pembentukan karakter dan keterampilan aplikatif bagi para Pramuka penggalang dan penegak.
“Kami sangat mengapresiasi ketertarikan Sir David Baden-Powell terhadap Saka Kalpataru. Tiga krida yang kami tampilkan bukan sekadar materi pembelajaran, tetapi merupakan media belajar agar generasi muda dapat melihat secara langsung bagaimana pengetahuan lingkungan diterjemahkan menjadi keterampilan, karya, dan aksi,” ungkap Lulu Agustina.
Melalui Krida 3R, para Pramuka diajak mempraktikkan langsung cara mengolah sampah rumah tangga menjadi barang bernilai guna. Sementara itu, Krida Perubahan Iklim membekali mereka dengan kepekaan terhadap krisis iklim global, dan Krida Kehati menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan flora serta fauna Nusantara.
Lulu Agustina menambahkan bahwa booth Saka Kalpataru sengaja dihadirkan sebagai ruang edukasi interaktif agar isu-isu lingkungan berat dapat dipahami dan diselesaikan dengan cara-cara yang kreatif dan menyenangkan oleh anak-anak muda.
Kunjungan Sir David Baden-Powell ini dinilai menjadi momentum historis yang mempertemukan nilai-nilai luhur kepanduan, seperti kedekatan dengan alam, kemandirian, dan kepemimpinan, dengan tantangan ekologis masa kini. Semangat dasar kepanduan dunia kini diterjemahkan secara progresif ke dalam aksi perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Melalui sinergi yang kokoh antara KLH/BPLH Kwarda DKI Jakarta, Saka Kalpataru diharapkan terus melahirkan tunas-tunas muda tangguh. Dari Buperta Cibubur, pesan kuat kembali disuarakan ke penjuru negeri: Pramuka Indonesia tidak hanya dididik untuk hidup berdampingan dengan alam, tetapi juga memiliki daya juang untuk merawat, melindungi, dan mewariskan bumi yang lestari kepada generasi masa depan.