Logo

Ubah Stigma Tempat Pemrosesan Akhir, Menteri LH Ungkap Fasilitas Sampah Jadi Listrik Bakal Tertata Indah

05 Agustus 2026 29 Dilihat
Ubah Stigma Tempat Pemrosesan Akhir, Menteri LH Ungkap Fasilitas Sampah Jadi Listrik Bakal Tertata Indah

Makassar, 5 Agustus 2026 - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, memastikan kawasan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan jauh dari kesan kumuh dan bau. Menteri Jumhur mengilustrasikan fasilitas modern tersebut kelak akan tertata rapi dan indah, menyerupai sebuah pusat perbelanjaan atau mal.

​Hal tersebut disampaikan Menteri Jumhur usai melakukan rapat koordinasi bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah kabupaten/kota setempat. Pertemuan strategis ini turut dihadiri perwakilan perusahaan off-taker PT Semen Tonasa, guna membahas percepatan proyek PSEL Makassar dan penerapan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF).

​Menteri Jumhur menepis anggapan masyarakat yang menyamakan kawasan PSEL dengan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) konvensional. Berdasarkan pengalaman di berbagai negara, fasilitas PSEL yang terletak di tengah kota justru tampil bersih dan estetis, didukung dengan operasional armada truk pengangkut yang higienis.

"Kalau PSEL sudah jadi, tidak akan ada bau sama sekali dan tidak seperti TPA yang selama ini dilihat masyarakat. Nantinya justru terlihat seperti sebuah mal yang bersih dan indah," ujar Menteri Jumhur.

​Menanggapi rencana tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut baik kunjungan kerja ini. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan beberapa opsi lokasi lahan yang nantinya akan dikaji secara mendalam tingkat kelayakannya oleh pemerintah pusat.

​Terkait proses seleksi, Menteri Jumhur menyebutkan bahwa peserta lelang terdahulu memiliki keunggulan historis, meski penentuan akhir tetap bergantung pada hasil review menyeluruh. Pemerintah menargetkan seluruh tahapan penetapan dapat berjalan cepat dalam waktu dekat.

​"Kalau minggu ini sudah diputuskan lokasinya, minggu depan kita tetapkan. Selanjutnya dua atau tiga minggu sudah bisa ditetapkan pemenang tendernya," jelas Menteri Jumhur.

​Inisiatif pembangunan PSEL di Makassar merupakan bagian dari program strategis nasional yang menyasar wilayah aglomerasi dengan timbulan sampah besar, mencakup sekitar 70 hingga 80 kabupaten/kota di Indonesia. Bagi wilayah lain yang belum terjangkau program PSEL, KLH/BPLH telah menyiapkan alternatif penanganan mandiri melalui teknologi RDF. Melalui penerapan teknologi ini, sampah diolah menjadi produk biomassa atau pelet pengganti batu bara yang memiliki nilai ekonomis tinggi. 

​"Selain mengatasi masalah sampah, pihak yang membeli produk biomassa ini akan mendapat citra positif di mata internasional serta peluang perolehan kredit karbon karena ikut berperan menurunkan emisi," pungkas Menteri Jumhur.

Dengan kombinasi percepatan proyek PSEL berstandar modern dan pemanfaatan teknologi RDF bagi wilayah lainnya, pemerintah optimis persoalan sampah nasional dapat diselesaikan secara berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomis.

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image