Nomor: SR.204/HUMAS/KLH-BPLH/9/2026
Bogor, 9 September 2026 - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, memastikan sistem pemantauan kualitas udara di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga untuk mengetahui kondisi udara di sekitar lokasi kebakaran. Data hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah penanganan serta memastikan keselamatan masyarakat terdampak. Hal tersebut disampaikan Wamen Diaz saat meninjau kondisi kebakaran TPA Galuga di Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026).
“KLH akan taruh mobile sistem monitoring kualitas udara disini, sehingga nanti kita tau tingkat kualitas udara disini berada di tingkat apa, agar kepala daerah bisa himbau warga, kemungkinan kita akan taruh monitoring sistem ini hari ini atau besok, agar warga tau seberapa bahaya area ini,” jelas Wamen Diaz.
Kebakaran di TPA Galuga pertama kali teridentifikasi pada Senin (7/9/2026) pukul 16.00 WIB di area lahan perkebunan dan kemudian menyebar ke area TPA. Upaya pemadaman langsung dilakukan, antara lain melalui pembangunan sekat untuk mengendalikan penyebaran api. Hingga saat ini, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik panas pada lapisan sampah terdalam.
Dengan ini, Wamen Diaz mengapresiasi kecepatan penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait, serta berharap upaya pemadaman dapat diselesaikan maksimal dalam dua hari.
“Semoga (upaya pemadaman) selesai dalam 1-2 hari, tadi kita sudah lihat penanganannya sangat cepat, dari pihak Kota dan juga Kabupaten Bogor, saya apresiasi juga kepada Kadis LH yang sudah membantu menangani kebakaran ini, unsur lain seperti pemadam kebakaran dan TNI AU yang sudah lakukan water bombing 10 sortie, kami apresiasi,” ujar Wamen Diaz.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Wamen Diaz mengimbau para kepala daerah untuk menindaklanjuti dan melaksanakan ketentuan dalam Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kesiapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran di TPA pada Kondisi Cuaca Panas Ekstrem.
“Kami mohon, KLH sudah mengeluarkan surat edaran untuk kepala daerah dan dinas LH untuk menjabarkan apa saja yang perlu dilakukan pada masa El Niño, supaya kebakaran TPA ini tidak terjadi lagi, sehingga kebakaran tidak menyebar dan menjadi besar dengan cepat,” tutur Wamen Diaz.
Dalam Surat Edaran tersebut, KLH/BPLH meminta kepala daerah dan dinas lingkungan hidup untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan kebakaran TPA, antara lain melalui pembasahan secara berkala dan pengawasan TPA melalui patroli. Pelaksanaan langkah-langkah tersebut akan dipantau oleh KLH/BPLH untuk memastikan kepatuhan pemerintah daerah.
“Di SE itu disebutkan bahwa pembasahan harus dilakukan secara berkala dan patroli, KLH nanti akan berkoordinasi dengan semua daerah tidak lagi terjadi kebakaran dan untuk melaporkan tingkat kepatuhannya, ini nanti akan masuk ke sistem kita sehingga KLH bisa monitor daerah mana yang patuh terhadap SE ini,” tegas Wamen Diaz.
Informasi Tambahan:
Selain sistem pemantauan kualitas udara, KLH/BPLH siapkan bantuan makanan, minuman, masker dan obat mata untuk tim pemadaman di lapangan. Pada peninjauan ini, Wamen Diaz didampingi oleh Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin; Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Rudy Mashudi; dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Teuku Mulya.
Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Yulia Suryanti
| Telepon | : +62 811-9434-142 |
| Website | : kemenlh.go.id |
| : humas@kemenlh.go.id | |
| : kemenlh_bplh | |
| Youtube | : KLH-BPLH |
| TikTok | : Kemenlh_BPLH |
| X | : KemenLH_BPLH |