Logo

Tak Hanya Padamkan Api, Menteri LH Intervensi Pembasahan Gambut Melalui Sistem Pembalikan Air di Ogan Komering Ilir

02 November 2026 101 Dilihat
Tak Hanya Padamkan Api, Menteri LH Intervensi Pembasahan Gambut Melalui Sistem Pembalikan Air di Ogan Komering Ilir

Nomor: SR.249/HUMAS/KLH-BPLH/11/2026

 

Ogan Komering Ilir, 2 November 2026 - Demi memastikan efektivitas pemulihan tata air dan pencegahan kebakaran hutan dan lahah (karhutla) berulang di tingkat tapak, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, turun langsung meninjau infrastruktur pembasahan kembali (rewetting) lahan gambut di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (1/11/26). Didampingi Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Satyawan Pudyatmoko dan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Menteri Jumhur mengecek langsung operasional metode pembalikan aliran air guna menjaga ekosistem gambut tetap basah sepanjang musim.

Menteri Jumhur menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mengedepankan pencegahan berbasis inovasi di tingkat tapak. "Semangat gotong royong ini harus terus diperkuat, tidak hanya dalam pemadaman, tetapi juga melalui upaya pencegahan, salah satunya dengan mengembangkan inovasi pembasahan kembali lahan gambut melalui pemanfaatan aliran air sungai, pompa, dan sekat kanal. Kami berharap penerapan sistem ini dapat diperluas secara berkelanjutan sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan pada masa mendatang dapat ditekan secara signifikan," tutur Menteri Jumhur disela-sela peninjauan lapangan.

​Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH, Edy Nugroho Santoso, menjabarkan skema teknis di lapangan. Pasokan air dari Sungai Lumpur dialirkan secara gravitasi sejauh 13 km, lalu diteruskan melalui sistem estafet menggunakan 4 unit pompa berkapasitas masing-masing 1 juta liter per jam selama 20 jam per hari, hingga menjangkau area target pembasahan sejauh 23 km melalui jaringan kanal dan parit-parit kecil.

​Tidak hanya untuk pembasahan gambut, ketersediaan air ini juga dimanfaatkan untuk mendukung upaya pemadaman. Melalui sistem distribusi air menuju area nonkanal dengan bantuan parit-parit kecil, pembasahan diharapkan dapat berlangsung lebih optimal dan menjangkau kawasan gambut di sekitarnya.

​Kegiatan peninjauan ini turut diisi dengan pengecekan pompa, kanal pembasahan, serta praktik penggunaan pompa pemadaman gambut bersama Tim Water Management PT Bumi Mekar Hijau. Dalam kesempatan tersebut, diperkenalkan pula salah satu inovasi unggulan, yaitu Pompa Sambunesia karya Bapak Sambusir yang dilengkapi tiga fungsi nozzle sekaligus: pemadaman api di permukaan, pemadaman ke dalam lapisan gambut, serta penyemprotan air melalui sistem sprinkler.

​

Apresiasi Khusus bagi Ketangguhan Masyarakat Peduli Api (MPA)

​Usai meninjau sistem pembasahan gambut, Menteri Jumhur melanjutkan kunjungan ke Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan, untuk bertemu dan berdialog langsung dengan Masyarakat Peduli Api (MPA). Dialog tersebut berlangsung hangat dan menjadi ruang untuk mendengarkan langsung pengalaman, tantangan, serta kebutuhan para petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla.

​Lebih dari 100 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) telah berperan aktif dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan selama lebih dari 50 hari, terhitung sejak 5 September hingga 26 Oktober 2026. Upaya tersebut dilakukan di tengah berbagai tantangan berat, mulai dari keterbatasan sumber air, sulitnya akses menuju lokasi, terik matahari, hingga karakteristik lahan gambut yang memerlukan penanganan khusus. Berkat dedikasi para petugas serta sinergi lintas sektor, operasi pemadaman berhasil mengamankan dan menangani kebakaran pada areal seluas kurang lebih 2.000 hektare.

"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak, mulai dari Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api yang telah bekerja keras dalam penanganan karhutla," terang Menteri Jumhur di hadapan para pahlawan penanganan karhutla.

​Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kondisi fisik para petugas yang telah berjibaku dalam operasi panjang, KLH/BPLH turut menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi anggota MPA dan masyarakat setempat guna mengantisipasi kelelahan dan dampak paparan asap.

 

​Penguatan Tata Kelola Gambut dan Kesiapsiagaan Daerah

​Sementara itu, Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat menegaskan kembali bahwa penguatan koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan di tingkat tapak menjadi kunci utama dalam mengantisipasi ancaman karhutla secara berkelanjutan. Senada dengan arahan tersebut, Kepala BPGMN, Satyawan Pudyatmoko, turut menjabarkan langkah teknis dalam pengelolaan ekosistem gambut.

"Kami terus memperkuat koordinasi dan menyelaraskan langkah antara pemerintah pusat dan daerah agar program pencegahan serta penanggulangan karhutla dapat dilaksanakan secara konkret dan terarah. Salah satu prioritas kami adalah memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pengendalian karhutla melalui pemetaan wilayah prioritas, inventarisasi dan perbaikan infrastruktur pembasahan gambut, termasuk sekat kanal dan sumur bor, khususnya pada kawasan gambut kritis," terang Satyawan dengan penuh optimisme.

​Menyambut baik arahan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, turut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengendalian karhutla. Herman Deru mengingatkan agar seluruh pihak tetap waspada meskipun sejumlah wilayah Sumatera Selatan mulai diguyur hujan.

"Kita tidak boleh lengah meskipun sekarang sudah mulai turun hujan. Berdasarkan prediksi BMKG, masih ada potensi cuaca kembali kering sehingga penanganan karhutla melalui berbagai upaya tetap harus dilanjutkan," tegas Herman Deru saat mendampingi Menteri Jumhur.

​Pemerintah terus memperkuat langkah pengendalian karhutla melalui penerapan teknologi tata air, operasi modifikasi cuaca, serta peningkatan kesiapsiagaan di wilayah rawan kebakaran. Pengendalian karhutla secara komprehensif ini menjadi pilar krusial dalam melindungi ruang hidup masyarakat dan menjaga kelestarian ekosistem, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan semangat Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) demi mewujudkan lingkungan yang aman dan lestari bagi generasi mendatang

 

 

Penanggung Jawab:

Kepala Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup

Yulia Suryanti

Telepon: +62 811-9434-142
Website: kemenlh.go.id
E-mail: humas@kemenlh.go.id
Instagram: kemenlh_bplh
Youtube: KLH-BPLH
TikTok: Kemenlh_BPLH
X: KemenLH_BPLH

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image