Logo

Sampah Bisa Jadi Sumber Ekonomi, Menteri LH Pelajari Pengelolaan Sampah Modern di Inggris

25 Juni 2026 876 Dilihat
Sampah Bisa Jadi Sumber Ekonomi, Menteri LH Pelajari Pengelolaan Sampah Modern di Inggris

London, 25 Juni 2026 – Sampah yang selama ini berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik. Melalui sistem pengelolaan sampah yang modern, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat menjadi bahan baku industri daur ulang.

Pesan tersebut mengemuka saat Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, mengunjungi fasilitas Material Recovery Facility (MRF) milik Biffa Waste Management di Inggris. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencari praktik terbaik untuk mempercepat penutupan TPA yang masih menerapkan sistem open dumping di Indonesia.

Menurut Menteri Jumhur, fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi melalui pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai jual.

"Kesan saya melihat fasilitas ini adalah salah satu contoh praktik terbaik dalam reaktivasi dan optimalisasi Material Recovery Facility yang dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah di Indonesia," ujar Menteri Jumhur.

Sampah Bukan Lagi Beban, tetapi Sumber Daya

Menteri Jumhur menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mempercepat pembenahan berbagai Material Recovery Facility (MRF) di Indonesia sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah nasional.

Apabila MRF berfungsi secara optimal, sampah yang sebelumnya dibuang ke TPA dapat dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri maupun produk bernilai ekonomi.

Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung tumbuhnya ekonomi sirkular.

Baca juga  Menteri Lingkungan Hidup: Kurangi Sampah Makanan untuk Tekan Emisi Metana dan Hadapi Perubahan Iklim

Pemilahan Sampah Dimulai dari Rumah

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Jumhur mengamati teknologi pemilahan sampah anorganik yang mampu memisahkan berbagai jenis material secara cepat dan menghasilkan bahan baku berkualitas tinggi.

Namun demikian, menurutnya keberhasilan teknologi tersebut sangat bergantung pada pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga, kawasan permukiman, perkantoran, dan pusat kegiatan masyarakat.

"Prinsip ini dapat diterapkan di Indonesia apabila diawali dengan pemilahan sampah yang baik. Peran industri daur ulang dan tanggung jawab produsen juga harus berjalan secara optimal," jelas Menteri Jumhur.

Indonesia Percepat Penerapan Ekonomi Sirkular

Pemerintah juga terus memperkuat kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR), yaitu tanggung jawab produsen untuk mengurangi dan mengelola kembali kemasan atau produk yang mereka hasilkan setelah digunakan masyarakat.

Menurut Menteri Jumhur, regulasi mengenai EPR sedang dalam tahap penyelesaian sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi sirkular.

"Indonesia sangat siap menerapkan Extended Producer Responsibility. Regulasi sedang disusun dan diharapkan segera selesai sehingga implementasinya dapat berjalan lebih cepat," ujarnya.

Penerapan EPR diharapkan dapat memperkuat sistem pengumpulan dan daur ulang sampah sekaligus mendorong industri menghasilkan produk yang lebih mudah digunakan kembali atau didaur ulang.

Baca juga: Ekonomi Hijau Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ini Penjelasan Menteri LH

Penutupan Open Dumping Jadi Momentum Perubahan

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan bahwa percepatan penutupan TPA yang masih menerapkan sistem open dumping merupakan momentum untuk memperbaiki tata kelola persampahan nasional.

Dengan semakin banyak sampah yang dipilah sejak dari sumbernya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau sumber energi, sedangkan sampah anorganik dapat menjadi bahan baku industri.

"Jika pemilahan berjalan dengan baik, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai akan berubah menjadi komoditas yang memiliki manfaat ekonomi. Di situlah ekonomi sirkular akan tumbuh," kata Menteri Jumhur.

Membuka Peluang Investasi dan Kerja Sama

Kunjungan ke fasilitas Biffa Waste Management juga membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan mitra internasional dalam pengembangan teknologi pengelolaan sampah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta investasi di bidang ekonomi sirkular.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap sistem pengelolaan sampah di Indonesia semakin modern, efisien, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles III, Perkuat Kerja Sama Lindungi Hutan dan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Galeri Foto

Additional image
Additional image