Logo

Perjalanan Ribuan Pramuka Mengenal Cara Menjaga Bumi

16 Agustus 2026 54 Dilihat
Perjalanan Ribuan Pramuka Mengenal Cara Menjaga Bumi

Cibubur, 16 Agustus 2026 — Selembar paspor di tangan, rasa ingin tahu di kepala, dan antrean yang mengular sejak pagi. Itulah pemandangan yang terlihat di BoothGlobal Development Village (GDV) Zona Lestari, Bumi Perkemahan Cibubur. Ribuan Pramuka Penggalang dari berbagai penjuru tanah air antusias mengikuti program edukasi "Paspor Agen Lingkungan" yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada Jambore Nasional XII, Sabtu (15/8/2026).

Ketua Kelompok Kerja Hubungan Antar Lembaga Biro Humas KLH/BPLH sekaligus Koordinator Lapangan Booth GDV, Hanum Sakina, tak menyembunyikan kekagumannya melihat animo tinggi dari para peserta muda tersebut.

"Kami sangat senang melihat semangat adik-adik Pramuka yang sudah mengantre sejak pagi. Mereka sangat antusias mengikuti alur pos edukasi yang kami siapkan," ujar Hanum.

Sepanjang hari pertama, tercatat sekitar 3.184 peserta dan pembina bergantian memadati booth berukuran dalam sesi pagi dan siang.

Empat Pos, Raih Banyak Pengalaman

Di dalam area program, para peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk menelusuri empat pos edukasi interaktif secara bergantian.

Perjalanan dimulai dari Pos Satu yang memperkenalkan pengelolaan sumber daya alam. Di Pos Dua, peserta diajak mendalami isu pengendalian pencemaran dan konservasi air. Suasana semakin interaktif di Pos Tiga, di mana para peserta langsung mempraktikkan cara memilah sampah organik, anorganik, residu, dan B3. Penjelajahan kemudian ditutup di Pos Empat yang mengenalkan alur penegakan hukum lingkungan, mulai dari tata cara pengaduan hingga proses penyidikan.

Sistem "Paspor Agen Lingkungan" dirancang untuk menambah keseruan belajar. Setiap kali merampungkan satu pos, peserta mendapatkan stiker di paspor mereka. Begitu keempat stiker terkumpul, paspor tersebut dapat ditukarkan dengan suvenir di pos akhir. Panitia juga konsisten menerapkan prinsip minim sampah dengan mengimbau seluruh peserta membawa tumbler pribadi.

Refleksi dari Lapangan: Antusiasme dan Catatan Kritis

Metode pembelajaran langsung ini menuai kesan mendalam dari para peserta. Friyal Nadhifah, anggota Kontingen Banten, Friyal Nadhifah, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga yang relevan dengan masa depan.

"Booth ini sangat dibutuhkan oleh anak muda. Dengan terjunnya anak Pramuka dan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan, kita bisa membantu bumi kita menjadi lebih subur dan terhindar dari pencemaran," Friyal.

Sementara itu, apresiasi sekaligus catatan konstruktif disampaikan oleh Pembina Pendamping dari Kwartir Ranting Duren Sawit, Jakarta Timur, Jasmadianouva. Menurutnya, pengenalan isu lingkungan sejak dini sangat penting bagi anak-anak Penggalang. 

​"Anak-anak Penggalang sudah diperkenalkan dengan isu lingkungan sejak dini. Mereka cepat tanggap terhadap materi dari narasumber. Hanya saja durasi waktu setiap pos terasa terlalu cepat," ujar Jasmadianouva.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara KLH/BPLH dan Gerakan Pramuka dalam mencetak generasi yang peduli lingkungan, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan Visi Indonesia Emas 2045.

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image