Logo

Menteri LH: Saatnya Bangun Ekonomi Tanpa Harus Merusak Alam

30 September 2026 75 Dilihat
Menteri LH: Saatnya Bangun Ekonomi Tanpa Harus Merusak Alam

​Bandung Barat, 30 September 2026 — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mendorong perubahan paradigma pembangunan nasional agar aktivitas ekonomi dapat berjalan seirama dengan upaya melestarikan alam, bukan lagi dikorbankan demi pertumbuhan semata. Pesan tersebut disampaikan Menteri Jumhur usai diskusi lingkungan dan penanaman pohon di Rongga Budaya, Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026).

​"Kita pindah peradaban. Peradaban yang dulu membangun sambil merusak lingkungan, sekarang membangun sambil memelihara lingkungan dan tumbuh ekonomi juga sambil memelihara lingkungan. Itu peradaban baru," kata Menteri Jumhur.

​

Ekowisata dan Penguatan Ekonomi Sirkular

​Salah satu wujud nyata dari peradaban baru tersebut adalah pengembangan pariwisata ekologi (ecotourism). Menurut Menteri Jumhur, kegiatan ekonomi berbasis alam terbukti dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

​"Pemerintah sangat serius untuk mendorong ekoturism, ekowisata. Karena itu adalah satu kegiatan ekonomi yang sekaligus bisa memuliakan lingkungan," tutur Menteri Jumhur.

​Menteri Jumhur menambahkan bahwa kawasan wisata alam dapat bertahan dan berkembang dengan baik jika ditopang oleh ekosistem ekonomi sirkular yang memastikan roda perekonomian berputar di dalamnya.

​"Apapun kegiatan ini bisa hidup kalau ada circular ekonomi. Ada ekonomi yang berputar. Kalau tidak, ya biasanya tidak abadi," imbuh Menteri Jumhur.

​Pendekatan tersebut turut membuka ruang bagi dunia usaha untuk terlibat langsung dalam perlindungan biodiversitas. Melalui skema biodiversity credit yang tengah disiapkan oleh KLH/BPLH, pembiayaan pelestarian alam dapat disinergikan dengan aktivitas bisnis.

​"Jangan alergi bahwa bisnis, financing itu harus menjadi bagian daripada memuliakan bumi. Silakan berbisnis dalam rangka juga memuliakan bumi," tegas Menteri Jumhur.

 

​Praktik Nyata di Lapangan

​Komitmen memadukan bisnis dan pelestarian lingkungan ini telah dicontohkan melalui pengembangan Ekowisata Dusun Bambu. Pendiri Eiger, Ronny Lukito, memaparkan bahwa kawasan seluas sekitar 35 hektare yang sebelumnya merupakan lahan kritis kini telah disulap menjadi zona hijau berbasis ekowisata. Pengalaman serupa juga diterapkan pada pengembangan Eiger Nature seluas 253 hektare di Kabupaten Bogor yang telah ditanami sekitar 120 ribu pohon tegakan dan 8 juta tanaman perdu untuk mengedukasi masyarakat.

​Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, memaparkan potensi wisata alam di wilayah selatan seperti Curug Malela dan Curug Sawer guna meratakan manfaat ekonomi daerah, sekaligus melaporkan persoalan eceng gondok di Waduk Saguling. Menanggapi hal tersebut, Menteri Jumhur meminta agar pihak-pihak yang mengambil manfaat dari waduk turut bertanggung jawab menyelesaikan persoalan lingkungan tersebut.

​Melalui langkah-langkah terpadu ini, KLH/BPLH optimis sinergi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan masa depan pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan.

 

 

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image