SIARAN PERS
Nomor: SR.171/HUMAS/KLH-BPLH/8/2026
Surabaya, 6 Agustus 2026 — Kemerdekaan Indonesia tidak cukup hanya ditegakkan melalui kedaulatan politik dan ekonomi, melainkan harus diperluas hingga ke ranah ekologis. Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, saat memberikan kuliah umum pada pengukuhan mahasiswa baru Program Doktor, Magister, Sub Spesialis, Spesialis, dan Profesi Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya.
Di hadapan ribuan sivitas akademika, Menteri Jumhur mengingatkan bahwa dunia yang dimasuki generasi saat ini jauh berbeda dan diwarnai oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), di tengah kompleksitas persoalan lingkungan yang semakin tajam. Mulai dari perubahan iklim, pencemaran udara, krisis air, kerusakan ekosistem, hingga persoalan sampah dan degradasi hutan, semuanya bermuara pada satu hal penting, yakni kualitas hidup manusia.
"Karena itu, kita harus mengubah cara pandang. Lingkungan hidup bukan sektor yang berdiri sendiri. Lingkungan hidup adalah fondasi bagi seluruh kehidupan dan seluruh sektor pembangunan," ujar Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur juga menegaskan bahwa ilmu pengetahuan di perguruan tinggi tidak boleh berjarak dari realitas kehidupan. Seorang dokter, ekonom, ahli hukum, insinyur, hingga ahli sosial dituntut untuk memiliki cara berpikir ekologis, dimana sebuah kesadaran bahwa manusia bukanlah penguasa tunggal alam, melainkan bagian dari sistem kehidupan yang saling bergantung.
Oleh karena itu, ilmuwan tidak hanya dituntut benar secara akademik, tetapi juga harus memiliki keberanian moral untuk memastikan kebijakannya benar bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan.
Terkait dinamika pembangunan, Menteri Jumhur secara tegas menepis dikotomi usang yang kerap mempertentangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, Indonesia harus membangun model ekonomi yang justru tumbuh karena lingkungan dijaga, yang didorong melalui semangat ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Dalam kerangka ini, sampah tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan dikelola sebagai sumber daya, sementara peluang kerja hijau (green jobs) terbuka luas lintas disiplin ilmu.
"Kita harus membangun ekonomi yang justru tumbuh karena lingkungan dijaga. Inilah semangat ekonomi hijau dan ekonomi sirkular," tegas Menteri Jumhur.
Lebih lanjut, Menteri Jumhur menyoroti bahwa perubahan iklim adalah ujian kepemimpinan nyata yang menuntut penguatan mitigasi sekaligus adaptasi berbasis riset dan inovasi lintas disiplin.
Menutup kuliah umumnya, Menteri Jumhur menitipkan pesan agar para mahasiswa pascasarjana dan profesional di Unair tidak hanya mengejar gelar akademik, melainkan mendedikasikan ilmunya untuk memberikan solusi nyata bagi bangsa dan merawat bumi demi generasi mendatang.
Menyongsong momentum 81 tahun Indonesia Merdeka, Menteri Jumhur mengajak para kaum intelektual muda untuk merumuskan makna baru dari kemerdekaan, yakni menghadirkan kedaulatan ekologis di mana bangsa Indonesia memiliki kemandirian penuh dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidupnya sendiri.
Melalui komitmen tersebut, KLH/BPLH menegaskan bahwa langkah pembangunan nasional harus memastikan terwujudnya Indonesia yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga lestari dan bertanggung jawab penuh terhadap kelestarian lingkungan.
Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Yulia Suryanti
| Telepon | : +62 811-9434-142 |
| Website | : kemenlh.go.id |
| : humas@kemenlh.go.id | |
| : kemenlh_bplh | |
| Youtube | : KLH-BPLH |
| TikTok | : Kemenlh_BPLH |
| X | : KemenLH_BPLH |