India, 17 Agustus 2026 — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, turut serta mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di New Delhi, India, dengan membawa semangat kemerdekaan langsung dari tanah air. Keikutsertaan dalam upacara khidmat tersebut dilangsungkan di sela-sela rangkaian agenda kerja kenegaraan Menteri Jumhur untuk mengikuti pertemuan 12th BRICS Environment Ministers Meeting yang diselenggarakan pada 18 Agustus 2026.
Momentum peringatan kemerdekaan ini dimanfaatkan secara optimal untuk membawa nilai-nilai kedaulatan, kemandirian, serta semangat kebangsaan Indonesia ke dalam arena diplomasi lingkungan hidup internasional.
Di tengah khidmatnya perayaan kemerdekaan ini, Menteri Jumhur turut mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk menaruh perhatian dan empati mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu. Menteri Jumhur menyampaikan rasa duka cita yang tulus bagi masyarakat yang terdampak dan menegaskan bahwa KLH/BPLH berkomitmen mengambil bagian dalam upaya pemulihan pascabencana sesuai dengan tugas dan fungsi yang diemban.
Kepedulian dan solidaritas antarsesama ini sejalan dengan komitmen Indonesia yang turut dibawa ke dalam forum strategis BRICS, di mana delegasi Indonesia diagendakan untuk mendorong penguatan kerja sama konkret antarnegara berkembang. Pemerintah memandang bahwa tantangan global kontemporer, seperti eskalasi perubahan iklim, laju degradasi lingkungan, pencemaran lintas batas, hingga hilangnya keanekaragaman hayati, membutuhkan solidaritas yang kuat serta solusi kolektif yang berkeadilan bagi negara-negara berkembang.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup merupakan pilar krusial dalam strategi pembangunan nasional serta penentu daya saing bangsa di kancah global. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, akselerasi transisi ekonomi hijau, pengembangan energi baru terbarukan, serta penguatan ketahanan iklim nasional menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Partisipasi aktif Indonesia dalam 12th BRICS Environment Ministers Meeting ini menegaskan komitmen kuat negara untuk tidak sekadar menjadi pengikut atau penerima pasif dari kebijakan global. Sebaliknya, Indonesia hadir sebagai bangsa berdaulat yang turut aktif merumuskan solusi, membentuk arsitektur kerja sama internasional, serta memastikan kepentingan nasional dan kesejahteraan negara-negara berkembang terakomodasi secara proporsional dalam peta jalan ekologi dunia.
Melalui semangat kemerdekaan yang dibawa langsung ke New Delhi, Indonesia kembali membuktikan bahwa kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari ketahanan ekonominya, tetapi juga dari kepedulian antarsesama dan ketulusan dalam merawat bumi. Semangat kebersamaan dan solidaritas dalam kepedulian kita terhadap pemulihan saudara-saudara di NTT menjadi cerminan utuh bahwa cinta tanah air senantiasa sejalan dengan komitmen kemanusiaan dan pelestarian lingkungan bagi dunia internasional.