Logo

Menteri LH Apresiasi Jawa Timur sebagai Provinsi Terdepan dalam Menjaga Lingkungan dan Mengelola Sampah

15 Juli 2026 93 Dilihat
Menteri LH Apresiasi Jawa Timur sebagai Provinsi Terdepan dalam Menjaga Lingkungan dan Mengelola Sampah

GRESIK, 15 Juli 2026 — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengapresiasi capaian Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kualitas lingkungan hidup dan pengelolaan sampah. Berdasarkan penilaian KLH/BPLH, Jawa Timur mendapatkan peringkat pertama dalam upaya menjaga lingkungan dan mengelola sampah di wilayahnya. Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Jumhur saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, termasuk meninjau pelaksanaan Program Adiwiyata di SMAN 1 Gresik.

Menurut Menteri Jumhur, capaian Provinsi Jawa Timur menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola lingkungan yang baik sekaligus menjadi contoh bagi daerah lainnya.

"Kehadiran saya di sini memberikan endorsement atas prestasi hasil kerja Provinsi Jawa Timur dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah, agar bisa diikuti daerah provinsi lainnya," kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur menyampaikan bahwa berbagai upaya yang dilakukan Jawa Timur dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.

"Ini menjadi contoh baik bagi provinsi lain agar tidak abai dan bisa memperbaiki diri dalam hal menjaga lingkungan dan mengelola sampah di wilayahnya," jelas Menteri Jumhur.

Selain mengapresiasi kinerja pengelolaan lingkungan Jawa Timur, Menteri Jumhur juga meninjau praktik baik pendidikan lingkungan melalui Program Adiwiyata di SMAN 1 Gresik yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri dari KLH/BPLH.

"KLH ada program bernama Adiwiyata yakni memberikan penilaian terhadap sekolah yang peduli dan mengedukasi menjaga lingkungan hidup dengan baik. Kriteria penilaian yang dilakukan KLH adalah apa yang dilakukan sekolah dalam mengedukasi soal lingkungan dilakukan secara mandiri. Sehingga sekolah inilah yang terpilih sebagai sekolah yang terbaik di Indonesia dan layak mendapatkan Adi Wiyata Mandiri," ungkap Menteri Jumhur.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa SMAN 1 Gresik berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri karena mampu mengembangkan sikap inisiatif dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Selain pengelolaan lingkungan, SMAN 1 Gresik juga mengembangkan potensi ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan fasilitas yang tersedia. Dengan keterbatasan lahan, sekolah tersebut mampu mengembangkan praktik bercocok tanam dan peternakan hingga menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah.

"Ketika kita bercerita tentang ketahanan pangan, selama ini perspektif masyarakat harus dengan hamparan wilayah yang luas tapi ternyata kita bisa melakukan itu di lahan yang terbatas," tutur Khofifah.

Menurut Khofifah, keberhasilan SMAN 1 Gresik meraih predikat Adiwiyata Mandiri dapat menjadi referensi bagi berbagai institusi dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lingkungan di sekitarnya.

"Jadi kalau ada lahan, ayo menanam apa saja yang bisa ditanam, bisa pertanian, peternakan atau perikanan," pungkas Khofifah.

Melalui kunjungan tersebut, KLH/BPLH mendorong agar praktik baik pengelolaan lingkungan di Jawa Timur dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

 

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image