Logo

Menjaga Bumi Dimulai dari Birokrasi, KLH/BPLH Tekankan Peran Strategis ASN Berintegritas

26 Agustus 2026 52 Dilihat
Menjaga Bumi Dimulai dari Birokrasi, KLH/BPLH Tekankan Peran Strategis ASN Berintegritas

Jakarta, 26 Agustus 2026 - Kebijakan besar untuk menyelamatkan lingkungan tidak akan pernah lahir tanpa ditopang oleh ketelitian dan integritas para aparatur sipil negara (ASN) di lini operasional sehari-hari. Penegasan ini disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup/Sekretaris Utama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Rosa Vivien Ratnawati, dalam kegiatan penguatan motivasi bertajuk “ASN KLH/BPLH sebagai Garda Terdepan dalam Menjaga Bumi” di Jakarta.

​Di hadapan ASN KLH/BPLH, Rosa Vivien mengingatkan agar jajaran birokrasi tidak pernah memandang sebelah mata setiap tugas administratif yang mereka kerjakan. Data lingkungan yang valid serta laporan pengawasan yang disusun secara jujur dan objektif merupakan instrumen krusial yang menentukan ketepatan langkah pemerintah dalam mengambil kebijakan maupun menindak pelanggar hukum.

"Jangan pernah merasa bahwa pekerjaan kita terlalu kecil untuk memberikan dampak. Kita bekerja tidak hanya secara administrasi, tetapi pakai hati nurani," tegas Rosa Vivien.

​Untuk memastikan standar kerja tersebut menjadi kultur institusi, Rosa Vivien merumuskan lima pilar karakter yang wajib dimiliki oleh setiap insan ASN KLH/BPLH: kesadaran ekologis, profesionalisme berbasis sains, integritas tanpa kompromi, semangat kolaborasi, serta keteladanan nyata. 

​Arah transformasi birokrasi ini diperkuat lebih tajam oleh pakar pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Wahyu Suprapti, melalui materi bertajuk “ASN Transformer: Mengubah Birokrasi, Meningkatkan Pelayanan, Menciptakan Dampak”. Wahyu menekankan bahwa ukuran sukses birokrasi masa kini bukan lagi seberapa cepat tumpukan berkas terselesaikan, melainkan sejauh mana kehadiran negara mampu memberikan solusi nyata atas persoalan masyarakat.

​Transformasi tersebut menuntut birokrasi yang lincah, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada penyelesaian masalah. Namun, kecepatan pelayanan publik harus selalu berjalan seimbang dengan kepatuhan hukum dan standar moral yang ketat.

​"Cepat tetapi tetap berintegritas," ujar Wahyu, sekaligus mendorong para ASN untuk memantik inovasi dari hal-hal paling mendasar di unit kerja masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, KLH/BPLH terus memastikan bahwa kualitas perlindungan lingkungan dan keadilan ekologis di Indonesia bermula dari kedisiplinan, akurasi data, dan integritas tinggi yang melekat pada setiap langkah kerja aparatur di dalam instansi.

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image