TANGERANG SELATAN — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan dan pengurangan sampah terus membutuhkan pendekatan yang kreatif serta adaptif. Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif edukasi lingkungan hidup berbasis teknologi digital yang diusung oleh Komunitas Guna Ulang Aja (GUA) bersama civitas akademika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
Melalui kolaborasi tersebut, sebuah pelatihan produksi film animasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) digelar di Markas Komunitas GUA, Pamulang Mas, Tangerang Selatan, pada Jumat (25/9) pagi. Kegiatan ini ditujukan bagi kalangan guru, mahasiswa, hingga aktivis lingkungan guna memperkuat sarana edukasi persampahan di masyarakat.
Langkah ini dinilai KLH/BPLH sebagai bentuk nyata keterlibatan aktif elemen masyarakat dan akademisi dalam mendukung agenda nasional pengurangan sampah dari sumbernya, khususnya di lingkungan sekolah dan komunitas anak muda.
Edukasi Kreatif Berdampak Positif
Edukasi pengelolaan sampah sering kali menghadapi tantangan terkait penyampaian pesan agar mudah diterima oleh generasi muda. Kehadiran teknologi AI dalam pembuatan film animasi edukatif memberikan warna baru yang segar dan interaktif.
Dalam kegiatan tersebut, diserahkan pula karya film animasi edukasi lingkungan berjudul "Satu Sekolah, Satu Gerakan Perubahan". Film ini diangkat dari realita dan persoalan sampah harian di lingkungan sekolah yang dirasakan oleh para pendidik. Melalui visualisasi animasi yang intuitif dan pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, pesan penting mengenai kepedulian lingkungan dapat tersampaikan secara lebih persuasif kepada peserta didik.
Bagi KLH/BPLH, pemanfaatan inovasi seperti ini memberi dampak positif yang signifikan, antara lain:
Sinergi untuk Berkelanjutan
Antusiasme para peserta yang hadir menunjukkan besarnya potensi keterlibatan masyarakat jika diberi ruang dan media yang tepat. KLH/BPLH terus berkomitmen untuk mendorong, mendampingi, dan bersinergi dengan berbagai komunitas seperti GUA serta perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Dukungan terhadap kegiatan edukasi berkelanjutan ini diharapkan dapat memicu lahirnya lebih banyak gerakan serupa di daerah lain, sehingga kesadaran dan gerakan pengandalian sampah dapat menjadi gaya hidup yang mengakar di seluruh lapisan masyarakat.
Tangerang Selatan, 26 September 2026
Penulis: Eni Saeni
Ketua Komunitas Guna Ulang Aja (GUA); Dosen Ilmu Komunikasi UBSI; Pemimpin Redaksi envira.id ; mantan Jurnalis Tempo