Cibubur, 16 Agustus 2026 — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghadirkan semangat pelestarian alam langsung di tengah perkemahan Jambore Nasional XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, 13–20 Agustus 2026. Melalui Satuan Karya Pramuka (Saka) Kalpataru, KLH/BPLH membekali ribuan Pramuka Penggalang dengan keterampilan nyata menjaga lingkungan hidup.
Kehadiran booth Saka Kalpataru di Lapangan Lalu Lintas Bipertamenjadi pusat informasi, pengenalan krida, serta wahana diskusi seputar aksi kelestarian lingkungan hidup bersama instruktur dari KLH/BPLH. Di sini, para anggota Pramuka dari berbagai penjuru tanah air mendapatkan pembekalan lapangan berbasis tiga krida utama: Krida Reduce, Reuse, Recycle (3R), Krida Perubahan Iklim, dan Krida Keanekaragaman Hayati.
Pengurus Saka Kalpataru Tingkat Nasional dari KLH/BPLH, Tri Prayitno, menegaskan bahwa edukasi lingkungan sejak dini sangat krusial di tengah tantangan pengelolaan sampah saat ini.
"Daya tampung TPA kita saat ini sudah sangat terbatas dan tidak lagi menerima sampah organik, melainkan hanya sampah anorganik. Melalui Krida 3R di arena perkemahan ini, kita dorong edukasi pemilahan sampah langsung dari sumbernya," ujar Tri Prayitno.
Tri Prayitno menambahkan, peserta juga diajak memahami pentingnya embung, konservasi air, serta pengenalan flora dan fauna untuk mendukung keterampilan survival. "Meskipun alokasi pembekalan singkat berdurasi 30 menit, seluruh materi kami rancang menarik dan menantang agar para peserta dapat membawa pulang pengalaman berharga dan menjadi agen perubahan peduli lingkungan di daerahnya masing-masing”.
Antusiasme Tinggi Generasi Muda di Arena Perkemahan
Pendekatan edukatif yang interaktif ini menyulut semangat dan antusiasme luar biasa dari para peserta Jamnas XII. Anggota Pramuka dari Kwarda Sumatera Selatan, Zafira Azzahra Nettah, mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat berharga. "Kegiatan ini sangat menambah wawasan, karena banyak materi baru yang disampaikan oleh Kakak-kakak pembina yang sebelumnya belum Zafira ketahui," ungkap Zafira.
Hal senada disampaikan, peserta asal Kwarda Papua, Rafa, yang terkesan dengan luasnya ilmu yang diperoleh. "Banyak hal yang saya kagumi di sini, kita bisa belajar tentang lalu lintas, Saka Kalpataru, dan Saka Bhayangkara. Khusus di Saka Kalpataru, kita diajarkan tentang pentingnya prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Semua ilmunya sangat bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya untuk diterapkan," tutur Rafadengan penuh semangat.
Melalui integrasi pembekalan Saka Kalpataru dan keterlibatan aktif generasi muda ini, KLH/BPLH berharap semangat pelestarian lingkungan dapat terus bergulir dan diterapkan para anggota Pramuka sekembalinya mereka ke daerah masing-masing, mewujudkan Indonesia yang hijau dan berkelanjutan.