Logo

KLH/BPLH Umumkan Calon Penerima Penghargaan Kalpataru 2026, Apresiasi Dedikasi Pejuang Lingkungan dari Berbagai Daerah

08 Mei 2026 1.508 Dilihat
KLH/BPLH Umumkan Calon Penerima Penghargaan Kalpataru 2026, Apresiasi Dedikasi Pejuang Lingkungan dari Berbagai Daerah

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengumumkan daftar Calon Penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian Apresiasi Kalpataru Tahun 2026 sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Penghargaan Kalpataru.

Pengumuman ini merupakan bagian dari tahapan penilaian yang menjunjung prinsip transparansi, partisipasi publik, serta keterbukaan informasi dalam proses seleksi penerima penghargaan lingkungan tertinggi di Indonesia tersebut. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan dukungan maupun sanggahan terhadap para calon penerima selama 7 (tujuh) hari kalender sejak tanggal penayangan pengumuman.

Plt. Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Sinta Saptarina Soemiarno menyampaikan bahwa para calon penerima Kalpataru Tahun 2026 merupakan individu maupun kelompok yang telah menunjukkan dedikasi, konsistensi, dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di berbagai daerah di Indonesia.

“Kalpataru merupakan bentuk penghormatan negara kepada para pejuang lingkungan yang telah bekerja nyata menjaga alam, memberdayakan masyarakat, dan membangun masa depan lingkungan hidup yang lebih baik. Proses seleksi dilakukan secara objektif dan terbuka agar penghargaan diberikan kepada sosok yang benar-benar berdampak bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Adapun calon penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2026 berasal dari berbagai kategori, yakni Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, Pembina Lingkungan, serta Kalpataru Yuvan. Para kandidat berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan ragam inovasi dan gerakan lingkungan hidup, mulai dari rehabilitasi mangrove, konservasi satwa liar, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, restorasi terumbu karang, perlindungan hutan adat, hingga pengembangan kepemimpinan hijau generasi muda.

Beberapa nama yang masuk dalam daftar calon penerima antara lain Wibi Nugraha dari Sumatera Utara dengan gerakan konservasi mangrove berbasis silvofishery, Arief Suharyo dari Jawa Tengah melalui inovasi pengolahan sampah organik “Wirus Tribio”, serta Komang Astika dari Bali yang dikenal sebagai pionir restorasi terumbu karang dengan teknologi Biorock di Desa Pemuteran.

Selain itu, terdapat pula generasi muda inspiratif dalam kategori Kalpataru Yuvan, di antaranya Muhammad Zidane Nur Adha dari Jawa Tengah melalui gerakan Jambore Generasi Hijau dan Aeshnina Azzahra Aqilani dari Jawa Timur atas advokasi global terkait polusi mikroplastik dan limbah impor.

Sinta juga menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan integritas proses penilaian Kalpataru Tahun 2026.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan ataupun sanggahan secara bertanggung jawab terhadap para calon penerima Kalpataru. Partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas penghargaan lingkungan hidup ini,” ujarnya.

Dukungan atau sanggahan masyarakat dapat disampaikan melalui laman resmi:

SITARU KLH/BPLH – Informasi Tanggapan Kalpataru 2026

KLH/BPLH berharap Penghargaan Kalpataru terus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terlibat aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta memperkuat gerakan kolektif menuju Indonesia yang hijau, lestari, dan berkelanjutan.

Galeri Foto

Additional image
Additional image