Logo

KLH/BPLH Dorong Anak Muda Surabaya Jadi Penggerak Aksi Lindungi Iklim

21 September 2026 259 Dilihat
KLH/BPLH Dorong Anak Muda Surabaya Jadi Penggerak Aksi Lindungi Iklim

Surabaya, 21 September 2026 — Menghadapi tantangan perubahan iklim menuntut lebih dari sekadar diskusi di ruang tertutup, namun dibutuhkan energi, kreativitas, dan keberanian anak muda untuk turun tangan dari lingkungan terdekatnya. Semangat inilah yang dihidupkan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melalui ajang Cengkerama Iklim: “Muda Peduli, Muda Beraksi” di Surabaya, Jawa Timur, pada 19–20 September 2026.

​Inisiatif yang dimotori oleh Direktorat Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim (MSDPPI) KLH/BPLH ini menggandeng Yayasan Bina Bhakti Lingkungan (YBBL) serta didukung penuh oleh Hanns Seidel Foundation (HSF). Sebanyak 47 pelajar SMA/K dan 53 mahasiswa terpilih dikumpulkan bukan sekadar untuk mendengarkan, melainkan untuk membongkar persoalan lingkungan di sekitar mereka dan merumuskan solusi nyata yang langsung bisa dieksekusi di sekolah, kampus, maupun lingkungan tempat tinggal.

​Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Ary Sudijanto, menegaskan bahwa suara anak muda tidak boleh hanya menjadi pelengkap, sebab merekalah pemilik masa depan yang akan paling merasakan dampak dari keputusan hari ini.

​"Yang kami harapkan dibawa pulang dari Cengkerama Iklim adalah pemahaman yang lebih baik mengenai perubahan iklim dan peran generasi muda, gagasan realistis yang dapat diterapkan di sekolah, kampus maupun masyarakat, serta jejaring baru yang memungkinkan aksi iklim dilakukan bersama dan kolaboratif," tandas Ary.

 

Dari Panggung Dialog Menuju Solusi Konkret

​Hari pertama kegiatan diisi dengan perpaduan perspektif yang tajam dan membumi. Mewakili Direktorat MSDPPI, Wisnu Murti, membakar semangat peserta dengan membedah ancaman nyata triple planetary crisis. Ia mengingatkan bahwa aksi penyelamatan bumi tidak harus menunggu proyek besar, melainkan bisa dimulai dari kebiasaan kecil seperti menekan pemborosan energi, memilah sampah dari rumah, hingga gemar menanam pohon.

​Dukungan nyata dari pemerintah daerah turut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Muhammad Fikser. Ia membedah langkah taktis Kota Surabaya, mulai dari perluasan ruang terbuka hijau, perlindungan kawasan mangrove, hingga pemanfaatan inovasi digital SIBASAM (Sistem Informasi Pengelolaan Bank Sampah Kota Surabaya) untuk memudahkan partisipasi publik.

​Tak kalah inspiratif, Putri Lingkungan Hidup Kota Surabaya 2024, Queen Annesya, membuktikan bahwa aksi nyata bisa dimulai dari hal di sekitar kita melalui pengelolaan sampah organik berbasis maggot yang ia kembangkan langsung di tengah masyarakat.

 

Panggung Anak Muda: Berani Berpendapat, Berani Bertindak

​Sesi diskusi kian hidup tatkala panggung diserahkan sepenuhnya kepada anak-anak muda penggerak perubahan. Dari Bank Sampah Induk Surabaya, Rizana Hasna Yusuf, memantik kesadaran peserta untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup.

​Semangat tersebut diperkuat oleh Delegasi Indonesia dalam ASEAN Children and Youth Climate Summit 2025, Anastasya Laila Definia Salsabila. Ia membagikan resep bagaimana anak muda bisa menembus ruang-ruang kebijakan formal.

​"Suara pemuda bukan hanya suara masa depan, tetapi juga bagian dari keputusan yang dibuat hari ini," tutur Anastasya.

​Perspektif komunikasi publik turut diperkaya oleh pegiat lingkungan, Benedict Wermter atau akrab disapa Bule Sampah, yang membagikan trik kreatif menyampaikan pesan pelestarian alam agar lebih dekat dan relevan dengan gaya hidup generasi sezamannya.

 

Turun ke Lapangan: Aksi Nyata di Pantai Kenjeran Watu-Watu

​Diskusi dan gagasan besar tidak berhenti di atas meja. Pada 20 September 2026, seluruh peserta langsung membuktikan komitmen mereka lewat aksi nyata di Climate Action Day yang digelar di kawasan Pantai Kenjeran Watu-Watu, Surabaya.

​Tanpa canggung, para pelajar dan mahasiswa ini turun langsung ke garis pantai untuk membersihkan sampah plastik, memilah temuan limbah, sekaligus mengedukasi warga sekitar tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

​Melalui Cengkerama Iklim, KLH/BPLH berhasil merajut kepedulian kaum muda menjadi gerakan kolektif yang solid, membuktikan bahwa anak muda Surabaya siap berdiri di garis terdepan merawat masa depan bumi.

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image