Logo

KLH/BPLH dan Kemenkes Perkuat Lindungi Warga dari Dampak Karhutla, Integrasikan Informasi Kualitas Udara ke SatuSehat

23 September 2026 186 Dilihat
KLH/BPLH dan Kemenkes Perkuat Lindungi Warga dari Dampak Karhutla, Integrasikan Informasi Kualitas Udara ke SatuSehat

Jakarta, 23 September 2026 - Guna melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Kementerian Kesehatan resmi mengintegrasikan data pemantauan kualitas udara ke dalam platform SatuSehat dalam konferensi pers penanganan karhutla di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Langkah kolaboratif ini dihadirkan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses informasi kualitas udara dengan mudah dan akurat sebagai acuan dalam menyesuaikan aktivitas sehari-hari, terutama di wilayah dengan kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya.

​Kebijakan ini merespons kondisi kualitas udara di sejumlah provinsi yang meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur yang saat ini terpantau berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

​Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH/BPLH, Edward Nixon Pakpahan, menyampaikan bahwa kualitas udara di sebagian wilayah perlu mendapat perhatian khusus, terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang tercatat berada pada kategori berbahaya.

​"Dapat kami laporkan di sejumlah provinsi tersebut kualitas udara berada pada status tidak sehat hingga berbahaya. Khusus untuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, kondisinya terpantau berada pada posisi berbahaya," tutur Nixon.

 

​Panduan ISPU dan Imbauan Pembatasan Aktivitas

​Kondisi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), yang membagi kualitas udara ke dalam lima kategori: Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, dan Berbahaya.

​Pada kategori Berbahaya, masyarakat dianjurkan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan dan memperbanyak kegiatan di dalam rumah. Sementara pada kategori Tidak Sehat, masyarakat, khususnya kelompok sensitif, perlu mengurangi paparan dan menyesuaikan aktivitas di luar ruang.

​Masyarakat dapat memantau pembaruan kualitas udara secara berkala melalui laman resmi ispu.kemenlh.go.id yang diperbarui setiap 30 menit, serta melalui platform SatuSehat untuk memperoleh informasi lingkungan dan kesehatan dalam satu akses.

​

Sinergi Data Lingkungan dan Layanan Kesehatan

​Integrasi data pemantauan kualitas udara KLH/BPLH dengan platform SatuSehat bertujuan memudahkan masyarakat mengetahui kondisi udara di wilayahnya guna mengambil langkah antisipasi yang tepat.

​Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Then Suyanti, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan sistem terintegrasi tersebut sebagai acuan harian.

​"Kami mengimbau masyarakat untuk memantau kualitas udara melalui platform SatuSehat yang sudah terhubung dengan sistem pemantauan KLH. Apabila mengalami gejala seperti sesak napas, batuk, atau keluhan kesehatan lainnya, segera datangi fasilitas layanan kesehatan terdekat," pungkas Suyanti.

Melalui sinergi lintas sektor ini, penanganan karhutla diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemantauan lingkungan dan perlindungan kesehatan warga secara optimal.

Dokumentasi source by : Biro Humas Datin Kemenko Polkam

 

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image