SIARAN PERS
Nomor: SR.254/HUMAS/KLH-BPLH/11/2026
Jakarta, 7 November 2026 — Menghadapi tantangan krisis tiga planet (triple planetary crisis) hari ini yang di dalamnya mengancam keanekaragaman hayati, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak masyarakat memaknai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026 pada 5 November dengan kesadaran sederhana: menjaga lingkungan dan ruang hijau di sekitar kita adalah bentuk nyata cinta pada keanekaragaman hayati. Mengusung tema “Dari Cinta Menjadi Aksi: Bersama Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia”, KLH/BPLH mengajak seluruh masyarakat untuk melihat pelestarian flora dan fauna bukan sekadar urusan konservasi di dalam kawasan hutan yang jauh, melainkan bagian dari cara kita merawat rumah tempat kita tinggal.
Menanggapi momentum tersebut, Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa kecintaan terhadap alam harus ditransformasikan ke dalam tindakan konkret yang melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari tingkat keluarga hingga daerah.
"Peringatan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menerjemahkan komitmen global pasca-CBD COP-17 ke dalam aksi nyata di tingkat nasional dan daerah. Semangat 'Dari Cinta Menjadi Aksi' perlu diwujudkan melalui penguatan kolaborasi seluruh pemegang kepentingan dalam melindungi spesies, menjaga habitat, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia," ungkap Menteri Jumhur.
Peringatan tahun ini juga memiliki relevansi strategis pasca-penyelenggaraan Konferensi Para Pihak ke-17 Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD COP-17) di Yerevan, Armenia. Pertemuan global tersebut mengingatkan kita bahwa komitmen besar untuk menyelamatkan bumi harus dimulai dari langkah-langkah kecil di tingkat lokal.
Sebagai salah satu negara megabiodiversitas terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa sekaligus tantangan yang tidak mudah, mulai dari tekanan terhadap habitat alami hingga perdagangan ilegal satwa. Menghadapi hal ini, perlindungan keanekaragaman hayati tentu tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian bersama dari akademisi, dunia usaha, generasi muda, hingga masyarakat di tingkat tapak.
Memperkenalkan TORU dan NUR: Sahabat Baru Konservasi Kita
Sebagai bagian dari kampanye edukasi publik Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026, KLH/BPLH memperkenalkan dua karakter maskot yang merepresentasikan keterkaitan antara satwa, tumbuhan, dan habitatnya, yaitu TORU dan NUR.
TORU terinspirasi dari Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), primata endemik Indonesia yang berstatus Kritis (Critically Endangered) dan hidup di Ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara. Sementara itu, NUR terinspirasi dari Sampinur Bunga (Dacrycarpus imbricatus), representasi kekayaan flora hutan yang menopang kehidupan satwa liar.
Melalui kehadiran TORU dan NUR, KLH/BPLH ingin mengingatkan masyarakat bahwa melindungi satwa tidak cukup hanya dengan menjaga keberadaan spesiesnya. Habitat, sumber pangan, dan ekosistem tempat satwa tersebut hidup juga harus dilindungi. Dengan demikian, upaya menjaga tumbuhan dan satwa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari pelestarian lingkungan.
Tiga Langkah Sederhana: Gerakan Cinta Kehati 2026
Guna mengubah rasa peduli menjadi aksi nyata yang mudah dilakukan sehari-hari, KLH/BPLH menggalakkan Gerakan Cinta Kehati 2026 melalui tiga langkah bersahabat:
Gerakan ini dirancang sejalan dengan target global Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KM-GBF) untuk membalikkan tren kehilangan alam pada tahun 2030, serta berpedoman pada Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025–2045.
KLH/BPLH mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026 sebagai pengingat bahwa menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan keanekaragaman hayati kita. Dari rasa cinta yang tulus, mari kita gerakkan langkah nyata bersama untuk merawat bumi pertiwi agar tetap hijau dan lestari.
Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Yulia Suryanti
| Telepon | : +62 811-9434-142 |
| Website | : kemenlh.go.id |
| : humas@kemenlh.go.id | |
| : kemenlh_bplh | |
| Youtube | : KLH-BPLH |
| TikTok | : Kemenlh_BPLH |
| X | : KemenLH_BPLH |