Logo

Gerakan Brebes ASRI, Menteri Jumhur: Saatnya Memuliakan Bumi Bersama

03 Juli 2026 479 Dilihat
Gerakan Brebes ASRI, Menteri Jumhur: Saatnya Memuliakan Bumi Bersama

Brebes, 3 Juli 2026 – Upaya memulihkan lingkungan hidup membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Semangat tersebut menjadi pesan utama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, saat memimpin Gerakan Brebes ASRI dan Penanaman Mangrove di Pantai Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat rehabilitasi ekosistem mangrove sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kawasan pesisir.

Menteri Jumhur menegaskan bahwa kepedulian terhadap bumi merupakan tekad yang mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia, latar belakang, profesi, agama, maupun suku.

"Tidak ada satu tekad yang bisa menyatukan berbagai kekuatan kecuali tekad ingin memuliakan bumi. Lintas usia, lintas etnik kebudayaan, lintas agama, lintas sektoral, lintas intelektual, semua bisa bahu-membahu bersama bersatu dalam satu tekad bersama ingin memuliakan bumi," ujar Menteri Jumhur.

Menurut Menteri Jumhur, dunia saat ini menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca. Mangrove menjadi salah satu solusi penting karena mampu melindungi kawasan pesisir dari abrasi sekaligus menyerap emisi karbon. Dari sekitar 3,4 juta hektare hutan mangrove di Indonesia, hampir 800 ribu hektare di antaranya perlu dipulihkan sehingga rehabilitasi mangrove harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak.

"Sekitar hampir 800.000 hektare mangrove di Indonesia rusak dan harus dipulihkan. Kegiatan penanaman mangrove di Pantai Brebes ini merupakan bagian dari upaya memulihkan mangrove yang rusak. Saya ajak semua kelompok mari bergotong royong untuk menanam mangrove atau tumbuh-tumbuhan lain dalam rangka menghijaukan bumi," kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur menambahkan, pemulihan mangrove bukan sekadar urusan lingkungan hidup, tetapi juga investasi bagi ketahanan pangan, ketahanan pesisir, kesejahteraan masyarakat, pengurangan risiko bencana, penciptaan lapangan kerja hijau, dan masa depan ekonomi biru Indonesia. Karena itu, keberhasilannya tidak ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam dalam satu hari, melainkan dari seberapa banyak mangrove yang tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat.

"Menanam hari ini bukan sekadar menumbuhkan pohon. Kita sedang menumbuhkan perlindungan, kesejahteraan, dan harapan bagi generasi esok," tegas Menteri Jumhur.

Wakil Bupati Brebes, Wurja, menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Lingkungan Hidup menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Brebes. Kehadiran beliau akan menambah semangat masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Pantai Brebes dengan membudidayakan mangrove," ujar Wurja.

Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menilai gerakan pelestarian lingkungan merupakan agenda yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat. Universitas Harkat Negeri, kata dia, siap mendukung Gerakan Penanaman 2 Miliar Pohon sekaligus memperkuat rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir.

"Kebetulan UHN ini ada di baris kesatu. Kami ingin berpartisipasi dalam kegiatan menanam 2 miliar pohon sekaligus mendukung rencana Gubernur Jawa Tengah memagari laut dengan tanaman mangrove. Insya Allah tahun 2045, pohon mangrove yang sekarang ditanam akan memberi inspirasi bagi wilayah dan kelompok masyarakat lainnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bisa diikuti semua kelompok masyarakat, dari pemerintahan, kampus, hingga masyarakat umum," kata Sudirman Said.

Melalui Gerakan Brebes ASRI, KLH/BPLH mengajak pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memulihkan ekosistem pesisir. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih lestari bagi generasi mendatang.

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image