Logo

Ekonomi Hijau Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ini Penjelasan Menteri LH

25 Juni 2026 1.403 Dilihat
Ekonomi Hijau Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ini Penjelasan Menteri LH

London, 25 Juni 2026 – Menjaga lingkungan hidup bukan lagi sekadar upaya melestarikan alam. Di tengah tantangan perubahan iklim dan persaingan ekonomi global, perlindungan lingkungan justru menjadi salah satu kunci agar ekonomi Indonesia dapat tumbuh, investasi meningkat, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, saat menjadi pembicara pada forum Accelerating Green Growth dalam rangka London Climate Action Week (LCAW) 2026 di London, Kamis (25/6).

Menurut Menteri Jumhur, Indonesia memiliki target pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun, pertumbuhan tersebut harus dibangun di atas fondasi lingkungan yang sehat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat.

"Pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar Indonesia dapat tumbuh lebih kuat, tangguh, dan berkelanjutan," ujar Menteri Jumhur.

Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles III, Perkuat Kerja Sama Lindungi Hutan dan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Mengapa Lingkungan Berpengaruh pada Ekonomi?

Perubahan iklim telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, dan penurunan kualitas lingkungan dapat mengganggu produksi pangan, merusak infrastruktur, mengurangi produktivitas, hingga meningkatkan biaya hidup.

Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya urusan konservasi, tetapi juga investasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah memperkirakan Indonesia membutuhkan investasi lebih dari USD 281 miliar untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca. Saat ini, pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru mampu memenuhi sebagian dari kebutuhan tersebut.

Oleh sebab itu, pemerintah terus membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra internasional untuk mempercepat investasi hijau yang memberikan manfaat bagi ekonomi sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Setiap Provinsi Memiliki Target Mengurangi Emisi

Untuk mempercepat pengendalian perubahan iklim, pemerintah telah menyusun Subnational NDC Roadmap, yaitu peta jalan yang membagi target penurunan emisi gas rumah kaca kepada seluruh 38 provinsi sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.

Melalui pendekatan ini, pemerintah daerah memiliki target yang jelas dan terukur sehingga pelaksanaan program dapat dipantau serta dievaluasi secara berkala.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran daerah dalam mendukung target nasional pengendalian perubahan iklim sekaligus mendorong pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga  Menteri Lingkungan Hidup: Kurangi Sampah Makanan untuk Tekan Emisi Metana dan Hadapi Perubahan Iklim

Melindungi Masyarakat dari Dampak Perubahan Iklim

Selain menurunkan emisi, pemerintah juga memperkuat upaya adaptasi melalui Rencana Adaptasi Nasional (National Adaptation Plan/NAP) 2026–2030.

Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim melalui perlindungan sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, serta pengurangan risiko bencana hidrometeorologi.

"Program adaptasi bukan hanya untuk melindungi lingkungan. Yang paling penting adalah melindungi masyarakat, menjaga produksi pangan, memperkuat infrastruktur, dan mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim," jelas Menteri Jumhur.

Lingkungan yang Baik Meningkatkan Daya Saing Produk Indonesia

Menteri Jumhur juga menegaskan bahwa penerapan standar lingkungan yang baik akan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Berbagai negara kini menerapkan persyaratan lingkungan yang lebih ketat terhadap produk impor. Dengan menerapkan praktik produksi yang berkelanjutan sejak sekarang, produk Indonesia akan memiliki peluang lebih besar untuk tetap diterima di pasar global dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles III, Perkuat Kerja Sama Lindungi Hutan dan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Ekonomi Hijau Membuka Peluang Lapangan Kerja Baru

Peralihan menuju ekonomi hijau tidak hanya bertujuan mengurangi emisi, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Pengembangan energi bersih, pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, rehabilitasi hutan, hingga industri rendah karbon diperkirakan akan menciptakan berbagai kesempatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.

Karena itu, Menteri Jumhur mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun ekonomi hijau.

"Kolaborasi adalah kunci. Dengan bekerja bersama, kita dapat membangun ekonomi yang tumbuh lebih cepat, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjaga lingkungan untuk generasi mendatang," tutup Menteri Jumhur.

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image