Logo

Bank Sampah Sakura Srengseng Sawah: Warga Bergerak, Sampah Terkelola, Ekonomi Tumbuh

17 Maret 2026 1.788 Dilihat
Bank Sampah Sakura Srengseng Sawah: Warga Bergerak, Sampah Terkelola, Ekonomi Tumbuh

Jakarta, 17 Maret 2026 – Bank Sampah Sakura, yang berlokasi di RW 05 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menjadi contoh nyata keberhasilan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sejak didirikan pada 29 Oktober 2023, unit ini telah melayani 185 Kepala Keluarga (KK) di 13 Rukun Tetangga (RT), serta menjangkau institusi seperti Universitas Pancasila, rumah ibadah, Sekolah Luar Biasa (SLB), dan apotek di wilayah sekitarnya.

Keunggulan Bank Sampah Sakura juga terlihat dari sisi ekonomi dan lingkungan. Rata-rata perputaran ekonomi unit ini mencapai Rp3.000.000,- per bulan, dengan pendapatan dari penjualan sampah anorganik sebesar Rp2.195.667,- dan pengelolaan minyak jelantah Rp840.000,-. Volume sampah yang dikelola mencapai 1,3 ton per bulan, didominasi oleh kardus, kertas, plastik, dan kaca. Dengan sarana seperti gerobak, motor sampah (bentor), dan gudang penyimpanan, Bank Sampah Sakura membuktikan bahwa pengelolaan limbah dapat memberi manfaat ekonomi nyata sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLH/BPLH, Haruki Agustina, menekankan pentingnya kolaborasi di Bank Sampah Sakura untuk mendukung target ketahanan iklim nasional, “Kami mendorong Bank Sampah untuk tidak hanya bergerak mandiri, tetapi juga aktif berkolaborasi dengan sektor swasta melalui skema CSR. Selain itu, Bank Sampah Sakura diharapkan dapat mengintegrasikan kegiatannya ke dalam program Proklim untuk mendukung target ketahanan iklim nasional. Pengelolaan sampah yang sistematis, terukur, dan transparan adalah kunci keberhasilan pengelolaan limbah berbasis masyarakat.”

Bank Sampah Sakura tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengelolaan limbah, tetapi juga berperan dalam mendukung target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca. Integrasi ini memastikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan dan ekonomi lokal, tetapi juga memberi kontribusi langsung terhadap lingkungan dan ketahanan iklim.

KLH/BPLH menyoroti pentingnya transformasi digital dalam manajemen data Bank Sampah Sakura. Meskipun telah memiliki sarana dasar dan jaringan mitra swasta yang kuat, pencatatan masih dilakukan secara manual. KLH/BPLH menargetkan sistem digital agar lebih akuntabel dan efisien, serta mempersiapkan Bank Sampah Sakura menjadi Bank Sampah Induk yang menjadi pilar ekonomi sirkular, memperkuat partisipasi masyarakat, dan mendukung target ketahanan iklim nasional.
 

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image