Nomor: SR.219/HUMAS/KLH-BPLH/10/2026
Bogor, 1 Oktober 2026 - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menyatakan bahwa pemilahan sampah menjadi sangat penting, mengingat timbulan sampah yang menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) berisiko mengalami kebakaran. Hal ini disampaikan Wamen Diaz saat memberikan sambutan kuncinya pada acara “Science Day 2026’ yang diselenggarakan oleh Universitas Ibn Khaldun Bogor pada Rabu (30/9/2026).
“Saat ini sudah ada 43 TPA Terbakar, ini karena tidak ada pemilahan yang baik, jadi sampah organik menumpuk disana, apalagi tercampur dengan bahan plastik, ditambah lagi dengan adanya El Niño, itu semua meningkatkan potensi TPA terbakar, kalau di TPA hanya sampah residu, maka kemungkinan kebakaran akan sangat kecil,” jelas Wamen Diaz.
Menanggapi kondisi tersebut, Wamen Diaz menegaskan pentingnya gerakan berbasis komunitas dalam menangani permasalahan sampah khususnya untuk memulai pemilahan sampah dari hulu dan sumbernya.
“Kegiatan berbasis komunitas bisa menggerakkan pemilahan sampah di hulu, harus dimulai dengan sosialisasi yang berbasis komunitas, jadi tanpa adanya komunitas yang bergerak, untuk memulai pemilahan di hulu, permasalahan sampah tidak akan selesai,” tambah Wamen Diaz.
Selain untuk mencegah kebakaran di TPA, pemilahan sampah juga sangat diperlukan untuk memastikan pengelolaan sampah di hilir dapat berjalan dengan optimal. “Jadi cara apapun yang mau kita lakukan, tanpa adanya pemilahan di hulu, itu tidak mungkin berjalan, kita bisa memproduksi inovasi dan teknologi berkelanjutan apapun, tapi kalau dari awal tidak ada pemilahan, dari rumah tangga, industri horeka (hotel, restoran dan kafe), penemuan-penemuan tersebut tidak ada gunanya,” tutur Wamen Diaz.
Salah satu teknologi yang digarisbawahi oleh Wamen Diaz adalah Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang saat ini sedang didorong oleh Presiden Prabowo. Wamen Diaz menekankan bahwa pemilahan sampah menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan ketersediaan pasokan sampah dengan kadar air yang tidak terlalu tinggi.
“PSEL tanpa ada pemilahan, sampahnya akan menjadi sangat basah, tercampur, kadar airnya akan tinggi sekali yakni 60-70%, sedangkan PSEL yang efektif memerlukan sampah yang kadar airnya dibawah 30%,” pungkas Wamen Diaz.
Informasi Tambahan:
Acara ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor, Hanafi; Rektor Universitas Ibn Khaldun, Prof. Mujahidin; Ketua Senat Akademik Universitas Ibn Khaldun, Prof. Didin Hafidhuddin; Sesdirjen Sains dan Teknologi Kemendikti Saintek, Samsuri; dan Wakil Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor, Aftaf Muhadjir.
Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Yulia Suryanti
| Telepon | : +62 811-9434-142 |
| Website | : kemenlh.go.id |
| : humas@kemenlh.go.id | |
| : kemenlh_bplh | |
| Youtube | : KLH-BPLH |
| TikTok | : Kemenlh_BPLH |
| X | : KemenLH_BPLH |